Ubah WhatsApp Jadi Mesin Penjualan Toko Anda
Bagi kebanyakan UMKM di Indonesia, WhatsApp bukan sekadar aplikasi chat — itu etalase, kasir, dan customer service sekaligus. Pembeli bertanya lewat WA, nego lewat WA, konfirmasi bayar lewat WA. Masalahnya: mengurus semua itu manual bisa menghabiskan seharian, dan satu chat yang telat dibalas bisa jadi satu pesanan yang hilang.
Wafraa dirancang dengan WhatsApp sebagai jantung, bukan sekadar tombol.
Setiap toko punya asisten AI yang tahu katalognya
Begitu toko Anda aktif, Anda dapat Raihan — asisten penjualan AI yang mengenal produk, stok, dan harga toko Anda secara real-time. Saat pembeli bertanya "ada ukuran L nggak?" atau "berapa yang stok merah?", Raihan menjawab dengan data asli — bukan mengarang, bukan menyuruh pembeli menunggu Anda online.
Raihan tidak cuma menjawab. Ia proaktif menjual: merekomendasikan produk yang relevan, menawarkan pelengkap, dan mengarahkan pembeli menyelesaikan checkout. Ia bekerja 24 jam, bahkan saat Anda tidur.
Notifikasi pesanan langsung ke WhatsApp Anda
Setiap ada pesanan masuk, Anda dapat notifikasi di WhatsApp: siapa pembelinya, apa yang dibeli, berapa totalnya. Pembeli pun otomatis menerima ringkasan pesanan dan instruksi pembayaran di WhatsApp mereka. Konfirmasi bayar cukup balas chat — tidak perlu pembeli repot upload bukti di form yang ribet.
Nomor WhatsApp tetap milik Anda
Yang penting: ini nomor WhatsApp Anda sendiri. Bukan nomor bersama, bukan nomor platform. Hubungan dengan pelanggan tetap milik Anda seutuhnya. Saat pelanggan menyimpan nomor Anda, mereka menyimpan toko Anda — bukan sebuah marketplace.
Dari obrolan jadi penjualan, tanpa friksi
Inti dari conversational commerce adalah menghapus jarak antara "tertarik" dan "beli". Pembeli menemukan produk, bertanya, diyakinkan, lalu checkout — semuanya dalam alur yang terasa seperti mengobrol dengan penjual yang ramah dan sigap. Itulah yang Wafraa bangun: WhatsApp bukan cuma tempat bertanya, tapi tempat terjadinya penjualan.